Sekarang ini, boleh dibilang gw udah mulai bisa mengatasinya. Udah bisa lepas dari masalah gw. Kalo hidup itu ibarat puncak dan lembah, gw sekarang udah di dataran rata. Nggak di puncak, nggak di lembah. Dan gw cukup bersyukur buat keadaan gw sekarang ini. (pas lu ada di posisi terbawah sebuah lembah, bisa berpindah ke dataran rata aja udah bakal jadi anugerah hidup yang luar biasa!)Tapi sekarang, beberapa temen deket gw justru sekarang ada di bawah. Mereka yang kemarin ada di puncak, sekarang jadi turun ke lembah. Gw yang barusan aja keluar dari tempat itu, bener-bener bisa ngerasain gimana rasanya mereka yang sekarang ada di lembah. Emang nggak enak banget!
Ada apa dunia? Gw sendiri kadang juga bingung. Seakan-akan hidup cuma diputer-puter aja kaya bianglala. Yes, it's just the circle of life. Ada saatnya kita di atas, ada saatnya kita di bawah. Naik turun, naik turun. Kaya gitu aja terus, nggak selesai-selesai.
Ya tapi emang hidup kaya gitu. That's life. Mungkin bukan hidup namanya kalo kita terus-terusan jalan di dataran yang rata terus. Kaya nggak ada artinya, nggak ada tujuan. Semuanya bakal sama terus. Hidup itu harus dijalanin. Dimanapun anda sekarang, baik di lembah atau pun bukit, hidup bakal selalu penuh tantangan.
Emang semua orang pasti maunya di puncak. Siapa yang mau di lembah? Tapi nggak bakal ada yang namanya puncak kalo nggak ada lembah. It's all about the climb. Life's the climb, but the view is great.
Satu quote dari salah satu old song favorit gw (Apatis), buat temen-temen gw yang lagi di bawah: Roda-roda terus berputar, tanda masih ada hidup. Karena dunia belum henti berputar melingkar searah.
0 comments:
Post a Comment